Pengertian KLB

Diposting : Minggu, 06 Maret 2016 - Dilihat : 316 kali






    KLB adalah singkatan dari koefisien luas bangunan. pada sertifikat ada yang tertera KLB ini, biasanya besaran KLB adalah angka, misalnya KLB 3 kali, KLB 5 kali atau lainnya tergantung kebijakan KLB di suatu daerah. Fungsi data KLB ini adalah untuk mengetahui luasan maksimal bangunan yang boleh dibangun di suatu wilayah.

    Berikut ilustrasi untuk memudahkan pemahaman KLB :

    Jika anda punya tanah dengan KLB 5 kali, dengan luasan tanah 500m2. maka luas bangunan maksimal yang boleh anda bangun adalah 2500m2 (5 x 500m2).
    Jika ada pertanyaan berapa tingkat lantai yang bisa dibangun jika anda punya tanah 500m² dengan luas maksimal bangunan yang diperbolehkan adalah  2500m², maka anda harus menghitung juga KDB yang diperbolehkan di wilayah tersebut (baca artikel tentang KDB di postingan kami sebelumnya).
    Jika KDB nya 60% maka dasaran bangunan adalah 60% x 500m² = 300m² , sehingga bila luasan maksimal yang diperbolehkan adalah 2500m² maka jumlah lantainya menjadi 2500m² : 300m² = 8 lantai. (luas lantai paling atas bisa dibuat 200m²).
    Jika anda ingin mengecilkan luasan pondasi bangunan menjadi 250m² juga tidak masalah sehingga tinggi bangunan menjadi 2500m² : 250m² = 10 lantai.

Aceh (0) - Bali (0) - Banten (0) - Bengkulu (0) - Gorontalo (0) - Jakarta (1) - Jambi (0) - Jawa Barat (84) - Jawa Tengah (0) - Jawa Timur (0) - Kalimantan Barat (0) - Kalimantan Selatan (0) - Kalimantan Tengah (0) - Kalimantan Timur (0) - Kalimantan Utara (0) - Kepulauan Bangka Belitung (0) - Kepulauan Riau (0) - Lampung (0) - Maluku (0) - Maluku Utara (0) - Nusa Tenggara Barat (0) - Nusa Tenggara Timur (0) - Papua (0) - Papua Barat (0) - Riau (0) - Sulawesi Barat (0) - Sulawesi Selatan (0) - Sulawesi Tengah (0) - Sulawesi Tenggara (0) - Sulawesi Utara (0) - Sumatera Barat (0) - Sumatera Selatan (0) - Sumatera Utara (0) - Yogyakarta (0) -


Follow me on App.net